Au Revoir!

Saya melepaskannya. Saya menyadari hal itu ketika pada suatu pagi yang basah dan diguyur hujan lebat, bayangannya melekat di kaca jendela yang tengah saya pandangi. Melesak ke dalam benak saya dan membuat huru-hara di sana; tetapi hati saya tidak bersuara. Ini aneh. Karena biasanya ketika ia menampakkan wujudnya dalam setiap benda-benda transparan yang saya lewati,…

Read More

Stupidity

Tidak lama setelah saya mem-publish blog berjudul The Prom, The Racoon Girl, and A Strawberry Splash, sebuah pesan bernada menggoda masuk ke dalam inbox saya. Dari teman saya semasa SMU yang mengawali pesannya dengan basa-basi serupa ‘apa kabar, udah lama nggak kelihatan main-main di d****o’, kemudian berlanjut ke pokok permasalahan: “Cie, cie, siapa sihhh cowok…

Read More

What Is Coonteelism?

*dedicated to laugh addicts, those who are open-minded, and ready to cross any form of mind-borders Coonteelism is a diverse collection of loving theories, laughing movements, and coonteel philosophies, largely motivated by the urge to giggle (mainly during office hour), to imagine weird things, and to experience the unbearable passion to die in endless laughter….

Read More

The Prom, The Racoon Girl, and A Strawberry Splash

Cokelat itu berbentuk bola; dengan diameter sekitar 5 sentimeter. Terbungkus dalam selembar kertas kaca berwarna merah muda. Di atas kertas pembungkusnya, tulisan STRAWBERRY SPLASH tercetak halus dengan tinta putih keperakan. Saya membuka pembungkusnya dan melemparkan bola cokelat itu ke dalam mulut. Membiarkan lapisan cokelatnya meleleh di atas lidah. Rasa cokelatnya tidak terlalu pekat. Dan tidak…

Read More